Lewat Kantin Kontainer, IAIN Salatiga dan Dompet Dhuafa Beri Mahasiswa Pengalaman Wirausaha

Kantin Kontainer dibuat atas kerja sama IAIN Salatiga dengan Dompet Dhuafa untuk memberikan pengalaman berwirausaha kepada mahasiswa. (Foto: rri.co.id)

Salatiga – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga bekerja sama dengan Dompet Dhuafa memberikan pengalaman berwirausaha dengan memberdayakan mahasiwsa melalui Kantin Kontainer yang sudah berjalan selama dua tahun.

Penerapan konsep enterpreneur kepada mahasiswa mulai dirintis Dompet Dhuafa bekerja sama dengan IAIN Salatiga dengan membuka Kantin Kontainer di Kampus tersebut. Kantin ini merupakan bantuan dari Dompet Dhuafa yang dijalankan oleh mahasiswa sekaligus mereka berperan aktif dalam mengembangkan usahanya, termasuk memikirkan gaji untuk mahasiswa sebagai pengelola.

Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi mengaku, pada awalnya dirinya mendapati para mahasiswa yang berjualan di lorong kampus. Kemudian pihak kampus mendapatkan tawaran dari Dompet Dhuafa perihal konsep Kantin Kontainer ini. “Kan sifatnya tidak permanen, sehingga takutnya ketika letaknya akan digunakan pengambangan kampus, jadi enak bisa dipindah,” ujarnya dalam situs resmi Radio Republik Indonesia, Selasa (29/1/2019).

Rahmat menjelaskan, Kantin Kontainer merupakan salah satu cara dari kampus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk melatih jiwa berwirausahanya. Adapun kriteria yang ditentukan kepada mahasiswa yang akan ditunjuk untuk mengelola kantin ini, di antaranya mahasiswa kurang mampu yang membutuhkan biaya kuliah namun memiliki kepribadian dan berintelektual  baik.

“Kantin ini dikonsep bersama antara kampus dan Dompet Dhuafa dengan memberdayakan mahasiswa yang kurang mampu dan membutuhkan biaya kuliah. Mahasiswa kami seleksi kemudian direkrut dengan perjanjian mereka selesai di semester 8,” tambah Rektor.

Bantuan Jangka Panjang

Sementara itu, Kepala Cabang Perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Tengah Satria Nova dalam kesempatan yang sama menjelaskan, bantuan yang diberikan Dompet Dhuafa diharapkan tidak hanya dalam jangka pendek. Namun dapat berkelanjutan, salah satunya dengan konsep pemberian Kantin Kontainer yang memberdayakan mahasiswa kampus IAIN Salatiga.

Dalam merancang sebuah progam, pihaknya mempertimbangkan bagaimana keberlanjutan dalam suatu progam, lantaran banyak progam berjangka pendek seperti charity (amal) diberikan sekali selesai, sementara belum ada progam pemberdayaan lain yang banyak selesai dengan cepat. “Maka kami berpikir bagaimana progam itu bisa berlanjut lama jangka panjang, dengan membantu kontainernya dan modal usaha,” ujarnya.

Satria melanjutkan, Kantin Kontainer IAIN Salatiga saat ini dikelola oleh sepuluh mahasiwa pilihan. Dari pengelolaan pendapatan kantin, saat ini pemasukan diambil 2,5 persen untuk zakat, 5 persen untuk pengembangan, dan sisanya dibagi ke pengelola. “Kerjasama antara IAIN Salatiga dan Dompet Dhuafa untuk menambah sejumlah Kantin Kontainer ke depan juga akan dilakukan supaya lebih melibatkan banyak mahasiswa,” imbuhnya.

Add Comment