Warga Pancuran Sulap Wilayah Kriminal Jadi Kampung Mural

Wali Kota Salatiga saat meresmikan Kampung Wisata Pancuran. (Foto: salatiga.go.id)

Tingkir – Bagi pelancong yang bosan dengan destinasi wisata itu-itu saja, barangkali mereka perlu mengunjungi kampung warna-warni di Pancuran RW 4, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Bagi yang hobi foto-foto, percayalah, spot foto yang ada di kampung ini akan menyulap feed instagram menjadi penuh warna.

Siapa sangka, kawasan kumuh yang tadinya lebih dikenal sebagai kampung preman, kini berubah menjadi kampung mural yang indah dan menyenangkan. Kesadaran warga membuat mural akhirnya berhasil mengubah wajah kampung.

Budi Sutrisno selaku Ketua RW membenarkan bahwa kampungnya dahulu memang rawan kriminalitas. Sehingga, warga dari kampung lain merasa takut setiap kali akan masuk wilayah ini.

Namun lambat laun, kesadaran warganya mengubah semua gambaran buruk itu. Mereka bergotong-royong menata kampung dengan melukis mural di beberapa sudut dan memberi cat warna-warni di beberapa lokasi fasilitas umum. Mural yang digambar pun tidak sembarangan. Sebagian besar mural dihiasi dengan gambar pahlawan.

Budi berharap, lukisan-lukisan tersebut mampu menghapus stigma. Ia menaruh harapan kepada warganya agar akhlak mereka baik sebagaimana pahlawan yang mereka gambar. “Sekarang kondisinya aman, tenteram. Harapannya bisa membangun sumber daya manusia dengan segala potensinya,” ungkapnya.

Kehadiran kampung mural ini diapresiasi oleh Wali Kota Yulianto. Dirinya optimis, kesadaran warga akan membantu meningkatkan kualitas lingkungan kota dan meningkatkan daya tarik wisatawan.

“Saya yakin perubahan kota akan diikuti dengan perubahan perilaku warganya,” tuturnya.

Yulianto menerangkan, penataan kampung tersebut merupakan pilot project penataan dengan melibatkan tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Penataan kawasan ini telah dimulai dengan pemugaran Makam Mbah Nyai Kopek setahun lalu. “Dan sekarang penataan kawasan sudah selesai,” lanjutnya.

Wisata Edukatif

Salah satu penikmat keindahan kampung mural Rani Aisyah terkesan oleh berbagai lukisan dengan beragam tema, utamanya tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari Salatiga. Tidak hanya lukisan dua dimensi, ia juga bisa menemukan lukisan tiga dimensi yang tampak nyata di sini.

“Hampir setiap sudut kampung mural ini instaworthy. Cocok banget buat foto-foto dan buat stok konten di instagram,” ungkapnya.

Selain itu, Rani juga terkesan dengan histori kampung ini. Siapa sangka, keindahan kampung tematik ini berawal dari ingin menghilangkan sesuatu hal yang buruk, kini menjadi kegiatan bermakna dan bernilai ekonomis. Baginya, kampung ini tidak hanya sekadar mural dan keindahan fisik, tetapi yang lebih penting adalah mengedukasi siapa pun yang datang ke sini.

Add Comment