Zakat: Upaya Pengentasan Kemiskinan Umat

Foto: salatiga.go.id

Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga memiliki misi untuk menekan jumlah warga miskin di Kota Salatiga, salah satunya melalui zakat. Sebab, indikator keberhasilan pemerintah tidak hanya berasal dari pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui berkurangnya jumlah warga miskin di daerahnya.

“Kami Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta para pimpinan OPD selalu berharap agar zakat dapat menjadi bagian integral dari ikhtiar kita untuk mengurangi jumlah warga miskin di Salatiga,” ujar Wakil Wali Kota Muh Haris dalam situs resmi Pemkot Salatiga.

Dan hal tersebut sudah dibuktikan dengan jumlah warga miskin di Kota Salatiga Tahun 2018 yang berhasil diturunkan menjadi 4,84 persen, di mana persentase ini menempati posisi yang terbilang rendah, tak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di Indonesia.

Guna lebih menekan lagi angka kemiskinan, Haris mengajak masyarakat untuk turut aktif dengan memberikan informasi tentang keberadaan warga dengan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada pemerintah agar bisa segera dilakukan perbaikan.

“Saya yakin dengan kerja sama yg baik, apa yg pernah diraih oleh Umar bin Abdul Azis, yakni memimpin selama 2,5 tahun sudah tidak ada orang miskin, akan tercapai,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran di Masjid Darul Amal Salatiga, Selasa (21/5/2019).

Salah satu upaya pengentasan kemiskinan tersebut, imbuh Haris, adalah dengan bersama-sama memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran Baznas di Kota Salatiga. Melalui Baznas pula, telah diserahkan bantuan biaya bedah rumah, beasiswa, dan lain-lain kepada belasan penerima yang berasal dari empat wilayah kecamatan di Salatiga.

“Jika Baznas di daerah lain dalam setahun bisa mengumpulkan 4 milyar, Alhamdulillah Baznas Kota Salatiga saat ini sudah bisa mencapai 800 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Salatiga Fathan Budiman menegaskan, potensi zakat dari seluruh OPD di Salatiga sudah terbilang cukup tinggi, yakni mencapai Rp 200 juta per bulan atau Rp 2,4 milyar per tahun. Bahkan, terdapat 12 OPD di Salatiga yang sudah semakin istiqomah dalam membayar zakat.

“Penggunaan uang zakat di Kota Salatiga harus digunakan sepenuhnya bagi kemaslahatan daerah,” tegasnya.

Add Comment