Dorong Pembentukan TPAKD Salatiga, Akses Keuangan Bagi Ekonomi Kerakyatan

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Salatiga membuka sosialisasi program TPAKD di Ruang Kalitaman Gedung Setda Salatiga. (Foto: salatiga.go.id)

Salatiga – Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Salatiga Kurnia Harjanti mendesak pemerintah daerah untuk segera membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Salatiga. Hal ini dikarenakan keberadaan TPAKD bisa menjadi terobosan dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif di tengah kehidupan masyarakat.

Kurnia menyebutkan, di Jawa Tengah ada 17 kabupaten/kota yang belum mengembangkan TPAKD, termasuk Salatiga. Untuk itu keberadaan TPAKD ini sangat penting untuk segera dibentuk.

“Pembentukan TPAKD di kota ini menjadi bahan dan langkah yang penting untuk dilakukan,” ujar Kepala Inspektorat Kota Salatiga ini di Ruang Kalitaman Gedung Setda, Selasa (28/5/2019).

Menurutnya, perekonomian di daerah akan tumbuh dengan baik jika didorong adanya percepatan dan ketersediaan akses keuangan. Usaha-usaha kecil masyarakat memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi serta menjadi fokus pembangunan.

“Sebaiknya didorong untuk menciptakan koordinasi yang baik antara Pemda, Otoritas Jasa Keuangan, dan pihak lain yang terkait di dalamnya,” imbuh Kurnia.

Mendorong UMKM

Sementara itu, Kepala Subbagian Kemitraan, Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Martin Moses Ebenhaezer mengatakan, program TPAKD diharapkan bisa menumbuhkan sinergi yang positif antara pemangku kepentingan di daerah untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

“Dengan adanya dukungan kuat dari semua pemangku kepentingan, maka percepatan program di daerah bisa dilakukan dengan baik dan terarah,” tuturnya.

Secara terpisah, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara adanya TPAKD ini bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, terutama mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Usaha inilah yang salah satunya akan dijembatani oleh TPAKD.

TPAKD akan membuat terobosan supaya UMKM di daerah akan mendapat akses keuangan yang lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan.

“Contohnya jika UMKM membutuhkan pembiayaan, nanti mungkin ada resiko yang perlu diakomodir oleh asuransi. Nanti ada usaha asuransi yang bisa diakses oleh mereka,” tutur Tirta.

Add Comment