Koperasi dan Klinik Olahraga KONI Salatiga Jadi Program Pertama di Jateng

KONI Kota Salatiga akan meresmikan dua program terbarunya, yaitu unit usaha berupa koperasi dan klinik olahraga. (Foto: konisalatiga.or.id)

Salatiga – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan, dalam waktu dekat ini pihak KONI akan meresmikan dua program terbarunya, yaitu unit usaha berupa koperasi dan klinik olahraga. Dua program ini merupakan yang pertama kali ada di Jawa Tengah.

Dirinya menilai program tersebut tidak akan melanggar peraturan, pasalnya sumber dana KONI selama ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Salatiga, unit usaha, serta dari pihak ketiga yan sifatnya tidak mengikat.

“Kami rencanakan dalam waktu dekat akan launching dua program baru dari KONI Salatiga,” bebernya.

Dance menerangkan, hadirnya program tersebut berguna untuk membantu dalam penggalangan dana KONI. Pasalanya, dana yang dibutuhkan pada tahun-tahun ke depan tidak sedikit, terutama di tahun 2020 akan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rencananya berlangsung di Papua.

“Khusus klinik olahraga bekerja sama dengan RSUD Salatiga, Dinas Kesehatan Kota Salatiga, serta Fakultas Psikologi dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana,” lanjutnya.

Fasilitas Program

Dance melanjutkan, pasca pindahnya kantor KONI Kota Salatiga di Jalan Veteran Salatiga yang menempati gedung eks SKB, banyak inovasi yang harus dikembangkan. Kendati lahan dan bangunan gedung itu merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun terkait pengelolannya sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak KONI. Untuk itu, pihaknya berinisiatif menghadirkan kedua program tersebut.

Setelah diresmikan, koperasi nantinya akan menyediakan alat-alat olahraga. Koperasi juga akan dijadikan sebagai tempat pengelolaan aset KONI, misalnya pengelolaan gym. Dengan menyediakan alat-alat olahraga, para atlet tidak akan kesulitan dalam mencarinya. Pasalnya, selama ini mereka sering mencari alat-alat tersebut di luar kota, seperti Bandung, Jakarta, Semarang, dan lainnya.

“Dibukanya toko alat-alat olahraga ini akan mempermudah para atlet dalam mendapatkan sarana untuk latihan. Sehingga tidak perlu lagi membeli ke luar kota. Untuk pengelolaan kperasi ini sudah kami siapkan personilnya,” terang Dance.

Sementara itu, klinik olahraga nantinya bisa menunjang peningkatan prestasi para atlet. Bahkan, akan disiapkan pula dokter medis, dokter fisioterapi, masser, dan juga akan dibuka layani konsultasi. Konsultasi tersebut meliputri konsultasi psikologi, gizi, dan lainnya. Langkah ini baginya merupakan inovasi baru dan berharap bisa berjalan sesuai rencana.

“Dua program ini adalah yang pertama kalinya di Jateng. Pasalnya, KONI kabupaten/kota di Jateng belum ada yang memiliki program semacam ini,” ujarnya.

Add Comment