Luncurkan Smart Resources Center, Kadisdik: Semua Anak Berhak Peroleh Pendidikan Bermutu

Penandatanganan kerja sama antara Pemkot Salatiga dengan Bank Pembangunan Daerah saat peluncuran program Smart Resources Center di Gedung Pramuka komplek perkantoran Dinas Pendidikan Kota Salatiga. (Foto: salatiga.go.id)

Salatiga – Pasca dideklarasikan sebagai Kota Inklusif pada 2012 silam, Pemerintah Kota Salatiga terus mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif. Salah satu bentuk dukungan tersebut ialah dengan meluncurkan program Smart Resources Center (Unit Layanan Disabilitas) oleh Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah. Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan kedua belah pihak yang menjalin kerja sama.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Yuni Ambarwati mengatakan, program tersebut ditujukan agar peserta didik/anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapat kesempatan yang luas untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya dalam sekolah regular. Sehingga tujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keberagaman dan tidak diskriminatif dapat tercapai.

“Program ini ditujukan agar anak berkebutuhan khusus bisa tetap belajar di sekolah regular. Sehingga sekolah regular wajib menerima anak-anak ini,” terang Yuni di Gedung Pramuka komplek perkantoran Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

Yuni melanjutkan, pihaknya telah mengakomodir anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan. Hal ini penting dilakukan karena pada prinsipnya semua anak berhak memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi.

“Semua sekolah harus menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” imbuhnya.

Menciptakan Keadilan Bagi Seluruh Rakyat

Peluncuran program ini mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Daerah Kota Salatiga Fakruroji, sebagai perwakilan dari Wali Kota. Dirinya berharap agar program tersebut dimanfaatkan dengan baik dan semaksimal mungkin bagi warga yang membutuhkan. Menurutnya, adanya program ini merupakan bukti bahwa pihak Pemkot secara serius memperhatikan masyarakat berkebutuhan khusus.

“Demikian halnya dengan pelayanan pendidikan melalui sekolah-sekolah yang telah menerapkan konsep pendidikan inklusif. Saya harap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Tujuan dari pembangunan pendidikan untuk semua di Kota Salatiga, lanjut Fakruroji, merupakan bagian dari upaya menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dirinya kemudian mengimbau agar keberadaan program tersebut ke depan dapat terus eksis dan berkembang. Jangan sampai ramai saat peluncuran, namun terbengkalai kemudian.

“Banyak keluhan kalau sekolah inklusif di Salatiga belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Hal ini tentu saja menjadi perhatian dan tentangan untuk dapat memberikan pelayanan lebih baik lagi,” tambahnya.

Add Comment