Patriot Ingin Sukseskan Program Indonesia Bebas TBC 2035

Gelaran seminar nasional tentang Penemuan dan Penatalaksanaan TB Resisten Obat Terkini oleh RSPAW Salatiga. (Foto: rspaw.or.id)

Salatiga – Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga telah memberikan layanan rawat inap dan rawat jalan bagi pasien dengan kasus Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) sejak tahun 2014. Sebuah wadah dengan nama Pejuang Anti TB Resiten Obat (Patriot) juga telah diresmikan atas inisiatif manajemen rumah sakit, beberapa mantan pasien TB RO, serta masyarakat yang peduli dengan kesehatan paru.

Selaku inisiator Patriot dr. Hasto Nugroho mengatakan, wadah ini memiliki tujuan mulia yaitu turut menyukseskan program Indonesia Bebas TBC Tahun 2035. Kehadiran Patriot ini juga atas dasar adanya kepedulian terhadap pasien TB RO.

Pasien dengan penyakit TB RO adalah kondisi di mana kuman penyebab tuberkulosis sudah kebal (resisten) terhadap dua jenis obat, yaitu isoniaid dan rifampisin. Penyebabnya berasal dari permasalahan tertentu, seperti tidak ada pengawasan minum obat, kemalasan karena kurang motivasi, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, program Patriot hadir untuk melakukan peer education (pendamping sebaya) yang diharapkan bisa memberikan pengaruh terhadap pasien, dan telah dilatih untuk melakukan pendampingan terhadap sesama mantan pasien bersama LSM lainnya. Di samping itu, Patriot bekerja sama dengan manajemen RSPAW, Dinas Kesehatan, dan LSM, bergerak aktif dalam upaya pemberantasan TBC khususnya TB Resisten Obat.

“Selain memberikan edukasi kepada pasien dalam disiplin minum obat, mereka juga memberikan dukungan untuk sacar dan rutin minum obat. Mereka yang sudah sembuh menjadi saksi bahwa kesabaran dan kedisiplinan akan membuahkan hasil yang luar biasa,” tutur Hasto.

Ketua Patriot Khoirin Nida menjelaskan, tidak sebatas memberikan edukasi dan penguatan bagi pasien TB maupun TB RO di rumah sakit, para anggota Patriot yang saat ini berjumlah 28 orang juga membuka diri untuk dijadikan tempat sharing dan curhat.

“Pasien biasanya kebingungan ketika mengalami efek samping akibat minum obat TB RO. Kalau tidak diedukasi dan didampingi, biasanya pasien akan kapok minum obat, putus pengobatan, dan akhirnya semakin sulit disembuhkan,” jelas Nida.

Menurutnya, diperlukan kepedulian dari semua pihak agar Indonesia terbebas dari penyakit ini. Untuk itu tujuan utama Patriot adalah membantu pasien TB agar tidak menjadi TB RO, dan mendampingi pasien resisten obat agar terus bersemangat berobat, serta meyakinkan mereka bahwa TB RO bisa disembuhkan.

Kunci Kesembuhan saat Jalani Pengobatan

Berdasarkan pengalamannya menjadi pasien, Nida membeberkan empat hal yang menjadi kunci kesembuhan dalam menjalani pengobatan. Pertama, motivasi diri yang wajib dimiliki untuk bisa sembuh. Untuk bisa tegar dalam menjalani pengobatan, pasien harus memiliki alasan, dorongan, dan semangat yang kuat.

“Faktor utama yang mendorongku untuk sembuh adalah keluarga, terutama anak. Kekhawatiran pada masa depan anak inilah yang menjadi alasan terkuat untuk sembuh,” bebernya.

Kedua, optimistis. Menurut kejelasan dari tenaga kesehatan, penyakit TB RO adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Bahkan, angka keberhasilan pengobatannya mencapai 90%. Untuk itu, Nida mengajak para pasien supaya selalu optimis dalam menjalankan pengobatan.

Ketiga, dukungan keluarga. Dukungan moril dan materiil dari keluarga dinilainya sangat penting. Di masa-masa paling berat dalam pengobatan, keluargalah yang pertama menolong. “Alhamdulillah selama proses pengobatan yang panjang, suami selalu siaga membantu, memotivasi, dan mendampingi,” imbuhnya.

Keempat, penanganan medis. Nida tidak bisa memungkiri bahwa faktor utama kesembuhan adalah tindakan media yang tepat dan berkualitas. Ketersediaan obat, tenaga kesehatan yang profesional, sarana dan prasarana kesehatan, serta dukungan dari pihak terkait menjadi kuncinya.

Add Comment