Pemkot Beri Pembekalan Pensiunan, Wujud Perhatian atas Dedikasi PNS

Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (Bkdiklatda) Kota Salatiga mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada PNS yang memasuki masa purna tugas di Bali sebagai wujud perhatian atas dedikasi yang diberikan selama ini. (Foto: Pemkot Salatiga)

Bangli – Adalah kewajiban setiap Pemerintah Daerah untuk memberi pembekalan masa senja para Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebagai bentuk kepedulian atas dedikasi yang mereka berikan selama ini. Kepedulian inilah yang coba diperlihatkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, yang pada minggu lalu menggelar pelatihan kewirausahaan bagi PNS yang sebentar lagi akan segera purna dari tugas mulianya.

Wali Kota Yulianto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bukti perhatian dari Pemkot kepada para PNS yang telah mengabdi. Ia berharap, bekal yang diperoleh usai pelatihan nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Memasuki purna tugas, katanya, para peserta tidak boleh berkecil hati, melainkan harus semangat dalam menghadapi masa pensiun.

“Masa pensiun memerlukan pola pikir dan rencana yang baik. Pengalaman yang didapat bisa langsung diimplementasikan ke Salatiga,” pesan Walkot.

Pelatihan yang berlangsung di Bali tersebut secara garis besar memberikan pembekalan mengenai mendapatkan penghasilan dari kemampuan mengolah makanan menjadi sebuah peluang usaha. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (Bkdiklatda) Muthoin menuturkan, para PNS yang hendak purna perlu memiliki kemauan dan kegigihan untuk memulai sebuah usaha. Selain itu juga diperlukan skill berupa ide kreatif, mental, dan keberanian.

“Untuk itu kami berikan bekalnya di sini. Semoga ilmunya bisa ditransfer dan digunakan pada saat pensiun. Kami harapkan apa yang sudah dipelajari bisa bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Niken yang merupakan peserta dari Dinas Pangan Kota Salatiga merasa antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Ia mengakui pelatihan berlangsung dengan sangat menarik dan memberikan banyak manfaat bagi dirinya.

“Pengalaman ini nanti akan saya gunakan saat memasuki masa pensiun. Saya akan coba berkreasi dan menggali potensi yang ada di kota Salatiga,” tutur Niken.

Pembekalan Perlu Sesuai Passion

Memberi pembekalan kepada PNS yang akan memasuki masa pensiun juga dirasa penting oleh Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada (UGM). Sekretaris Direktorat Emmy Injadmiati menerangkan, pembekalan dilakukan untuk menyiapkan mental psikologis tenaga pegawai yang akan memasuki masa purna tugas. Selain itu juga sebagai motivasi, sekaligus membuka wawasan yang komprehensif tentang usaha yang dapat dijadikan referensi.

“Masa pensiun merupakan masa bahagia yang harus dinikmati. Karenanya, jangan jadikan masa pensiun ini sebagai momok menakutkan. Melainkan harus kita sambut dengan hati senang gembira. Karena kita lebih bebas mengisi hidup yang selama ini terlewati dengan tugas pekerjaan kedinasan,” papar Emmy.

Pemberian pembekalan, lanjut Emmy, juga harus disesuaikan dengan minat para peserta. Selain mendapatkan teori terkait dengan topik yang dipilih, peserta juga melakukan praktik langsung.

Senada, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Cecep Ahmad Feisal memandang perlunya pemahaman tentang passion yang ada dalam diri pegawai akan membantu menyiapkan diri lebih positif dalam menghadapi masa pensiun. Jika dilakukan secara serius, usaha-usaha yang berdiri sesuai passion tersebut nantinya bisa mendongkrak potensi baru yang ada di suatu daerah.

Selain itu, ia juga menyebutkan fakta bahwa tidak sedikit cara pandang yang kurang positif terhadap kehadiran masa purna ini, sehingga terjadi ketidakharmonisan hidup saat mengarungi masa yang seharusnya dinikmati. “Seringkali menghadapi apa yang disebut sebagai post power syndrome, inferior, dan dampak psikologis,” tuturnya.

Untuk menghadapi masa penisun, lanjut Cecep, pembekalan yang diberikan Pemda perlu mengubah cara pandang dengan memberikan persiapan aspek psikologis maupun fisik. Kesiapan memanfaatkan kesempatan merupakan elemen mendasar menjelang masa pensiun yang akan dihadapi nanti.

“Dengan demikian, pembekalan bisa difokuskan pada pemberian pemahaman terkait perubahan dan mencegah syndrom saat pensiun, mengelola emosi dan motivasi berpikir positif, memahami peluang bisnis investasi maupun usaha, serta merencanakan strategi dan kesempatan yang ada,” imbuh Cecep.

Add Comment