Cegah GAKY, Salatiga sudah 100% menggunakan Garam Yodium

Pemateri, sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Titik Kirnaningsih, memberikan materi pentingnya penggunaan garam beryodium dalam ‘Sosialisasi Penanggulangan GAKY’, Kamis (18/7/2019), di Ruang Plumpungan Gedung Sekretariat Daerah. (Foto : Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Dalam kegiatan ‘Sosialisasi Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yoodium (GAKY), Kamis (18/7/2019) lalu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Titik Kirnaningsih, menyampaikan pentingnya penggunaan garam beryodium, terutama bagi anak-anak.

“Kita cukup berbangga, hasil dari skrining penggunaan garam yodium pada rumah tangga melalui penjaringan anak sekolah, telah ditemukan fakta bahwa 100% rumah tangga se-Kota Salatiga telah menggunakan garam yodium,” terang Titik, di Ruang Plumpungan Gedung Sekretariat Daerah Pemkot Salatiga, pada saat menjadi pemateri.

Titik menyampaikan, apabila seseorang mengalami kekurangan yodium, hal tersebut bisa menjadi masalah gizi yang menyebabkan terjadinya keterbelakangan mental, termasuk dengan beberapa penyakit fisik seperti gondok, hipo dan hipertiroid, gangguan pertumbuhan pada anak (kekerdilan), kretin endemik yang ditandai oleh gangguan pendengaran, bahkan hingga penyakit areri koroner dan kanker.

Fakta bahwa terdapat sekitar dia miliar penduduk dunia mengalami kekurangan yodium di mana 30 persen di antaranya terjadi pada anak usia sekolah, maka Titik mengimbau agar masyarakat menggunakan garam beryodium sesuai takaran dan kebutuhan.

“Garam beryodium sebaiknya digunakan sebagai garam meja saja, bukan saat memasak. Juga, jangan menggunakan garam grosok untuk memasak karena garam grosok hanya digunakan untuk pakan ternak atau kebutuhan lain selain non-konsumsi,” imbuhnya.

Lebih jelas lagi, Titik menerangkan bahwa penggunaan garam yang baik adalah tidak memberi garam pada masakan mendidih, serta membiarkan panci dalam keadaan terbuka karena yodium tersebut akan menguap. Titik juga menganjurkan agar garam dibubuhkan pada saat masakan sudah diangkat dari kompor atau api dan membubuhkannya pada makanan ringan.

PKK sebagai Jembatan menuju Kota Salatiga yang SMART

Selain menyampaikan materi terkait pentingnya garam yodium, Titik Kirnaningsih juga berpesan kepada 100 peserta yang terdiri dari unsur Tim Penggerak PKK, Pokja PKK, Posyandu, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), agar melanjutkan informasi dan pengetahuan dari hasil sosialisasi kepada lingkungan masing-masing.

Dilansir dari salatiga.go.id, Kepala Bapelitbangda, Susanto, menyampaikan misinya dalam pengawalan kebijakan pemerintah daerah, di mana komitmen Walikota Salatiga untuk mewujudkan Kota Salatiga Hati Beriman yang SMART.

Susanto berharap, seluruh peserta ‘Sosialisasi Penanggulangan GAKY’ mampu menjadi agen di tengah masyarakat sebagaimana peran kader PKK sebagai organisator, motivator, edukator, inovator, katalisator, dan dinamisator, sehingga ilmu yang didapat dari organisasi bisa berlanjut efektif.

“Salah satu kebijakan pemerintah saat ini adalah menuju masayarakat Salatiga Sehat. Hendaknya. setelah mendapatkan ilmu ini para peserta dapat menjadi agen di lingkungan masing-masing. Tingkatkan kompetensi secara profesional, sehingga apa yang ditangkap dari diskusi ini akan terwujud dengan baik di masyarakat,” tegas Susanto.

Add Comment