Ganjar Pranowo : Penyuluh Pertanian harus Melek Teknologi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menjadi pembicara di Konser Karya Ilmiah (KKIN) 2019 di Balairung UKSW, Selasa (2/7/2019). (Foto : UKSW)

Sidorejo – Memasuki revolusi industri 4.0, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para penyuluh pertanian melek teknologi. Sebagai pembicara di Konser Karya Ilmiah Nasional (KKIN) 2019 yang diselenggarakan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Selasa (2/7/2019), Ganjar menyatakan bahwa era industri 4.0 erat kaitannya dengan teknologi informasi. 

“Penyuluh bisa memanfaatkan teknologi untuk memudahkan tugasnya mendampingi para petani. Penggunaan teknologi juga bisa ditularkan ke petani dalam setiap proses pertanian,” ujarnya di hadapan 1016 penyuluh pertanian dari 6 provinsi, yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, Sulawesi Tengah, Lampung, dan Maluku Utara.  

Dikatakan, ‘Kartu Tani’ merupakan salah satu bentuk kolaborasi sektor pertanian dengan era industri 4.0, berguna sebagai digitalisasi data untuk memudahkan pemantauan pertanian di Jawa Tengah. Adapula aplikasi ‘Sihati’ dan ‘Rego Pantes’ untuk mencari tahu harga terbaik dari hasil pertanian, sekaligus berfungsi untuk memperhatikan pemasarannya. 

Menurut Ganjar, Indonesia memiliki bonus demografi yang luas sehingga berdampak pada tingkat kebutuhan pangan. Dengan demikian, tidak cukup apabila hanya membicarakan bahan pangan saja. Namun juga sudah saatnya berbicara mengenai daulat pangan.  

Maka para penyuluh hari ini, kita mesti mendorong politik kekuatan pertanian kita dalam arti luas dengan potensi yang ada. Menggunakan manajemen yang lebih modern untuk masuk 4.0,” terangnya.  

Perguruan Tinggi sebagai Wadah Komunikasi Riset 

Dengan diselenggarakannya KKIN 2019 di Balairung UKSW ini, Ganjar menilai bahwa pekerjaan rumah (PR) perguruan tinggi adalah melakukan riset. Misalnya review politik pangan nasional. Salah satu cara menempuhnya yaitu melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di samping sebagai pendampingan masyarakat.  

“Saya akan membuat model penta helix untuk perguruan tinggi mengambil perannya dalam satu bidang. Terserabisa penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kebersihan sampah, atau pertanian,” ungkapnya 

Bertemakan “Kesiapan Sumber Daya Manusia Bidang Pertanian dalam Menghadapi Revolusi 4.0″, Dekan FPB UKSW, Dr. Tinjung Mary Prihtanti, S.P, M.P, berharap KKIN dapat dijadikan wadah komunikasi riset. 

SDM bidang pertanian, akademisi, peneliti, maupun penyuluh harus meningkatkan kualitas dan keterampilan penggunaan teknologi digital, serta kecapakan sosial dalam bekerja.  

KKIN diharapkan menjadi wadah komunikasi riset, khususnya kajian-kajian bidang pertanian terkini dan berkualitas demi pengembangan pertanian di masa depan,” harapnya. 

Add Comment