IAIN Salatiga dan TIE-UPS Internasional sepakat Bekerjasama

Penandatanganan kerja sama antara IAIN Salatiga dan TIE-UPS India, di Gedung Hasyim Asy’ary Kampus 3, Sabtu (13/7/2019). (Foto : IAIN Salatiga)

Sidorejo – Dalam rangka meningkatkan mutu lembaga dan sivitas, diperlukan kerjasama dengan pihak lain, di antaranya dengan TIE-UPS Internasional. Untuk itu, IAIN Salatiga dan TIE-UPS India menandatangani MoU kerjsa sama, di Gedung Hasyim Asy’ary Kampus 3, Sabtu (13/7/2019).

Kepala Pusat Audit Mutu Internal LPM, Budiyono Saputro, menjelaskan, kera sama tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, exchange, profesor, twimming program, dual degree, magang dan internation conference.

“Lembaga memberikan dukungan untuk lebih jauh menjalin hubungan, salah satunya yaitu penandatanganan MoU dengan TIE-UPS Internasional India,” ungkap Budiyono.

Budiyono menginformasikan, LPM akan membuat format persyaratan program student exchange, dalam waktu dekat ini. Dengan syarat utama kemampuan berbahasa Inggris maupun pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia.

Senada dengan perjanjian MoU, Direktur TIE-UPS Internasional India, Ravi Makhija, menyampaikan terima kasihnya atas ajakan kerjasama tersebut. Menurutnya, kerja sama tersebut adalah kesempatan yang bagus untuk kedua belah pihak.

“Ke depan, kerja sama ini akan segera kami tindak lanjuti agar dapat meningkatkan mutu dari masing-masing institusi,” terangnya.

Rektor IAIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy, meyambut baik kerjasama dengan harapan bermanfaat bagi dosen, maupun mahasiswa. Terlebih lagi, ia menambahkan, Indonesia dan India mempunyai sejarah di bidang pendidikan yang sudah lama terjalin.

“Kami sudah menantikan kedatangan Mr. Ravi untuk menjalin kerja sama ini. Harapan ke depan dapat bermanfaat bagi dosen maupun mahasiswa IAIN Salatiga untuk mengembangkan maupun melanjutkan studi,” tuturnya, seperti dikutip dari iainsalatiga.ac.id

Kerjasama Pendidikan, Pertukaran dan Peningkatan SDM

Pada acara penandatanganan memorandum saling pengertian di bidang pendidikan di Singapura, Kamis (7/9/2018) silam, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effeny, menjelaskan, kesepakatan berupa pertukaran guru, pelajar, serta para pejabat kedua negara dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kerja sama untuk pendidikan.

“Nanti akan dilakukan pertukaran siswa kedua negara untuk mempromosikan pemahaman budaya dan bahasa masing-masing negara,” ujar Muhadjir Effendy.

Kesepakatan tersebut juga termasuk fasilitasi kunjungan dan pertukaran informasi terkait sistem pendidikan, sekaligus memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, serta berdirinya Association of Southeast Asian Nation (ASEAN).

Kerjasama bidang pendidikan antara Indonesia dengan negara luar di tingkat regional juga telah banyak dilakukan pemerintah daerah. Salah satu program kemitraan adalah ‘Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia’ (INOVASI) uang mengundang 17 organisasi non-pemerintah (yayasan atau LSM), universitas dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), dan Pemerintah Australia.

Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, menyatakan, kemitraan tersebut akan memperluas kegiatan INOVASI di kabupaten mitra untuk membuat program belajar mengajar yang mudah dipahami dan menyenangkan.

INOVASI juga memperluas jangkauan program yang mengajak orangtua, masyarakat, dan pelaku pendidikan setempat untuk meningkatkan hasil belajar siswa di bidang literasi dan numerasi.

“Peningkatan mutu di jenjang pendidikan dasar, pada akhisnya akan turut berkontribusi meningkatkan mutu SDM Indonesia, dan masa depan yang lebih cerag bagi generasi penerus bangsa,” ujar Heyward.

Add Comment