Menuju Salatiga ODF 2019, DKK Salatiga adakan Pertemuan

DKK Salatiga bersama Petugas Sanitarian didampingi oleh Dinkesprov Jateng guna membahas verifikasi ODF 2019 Kota Salatiga, Senin (22/7/2019). (Foto : DKK Salatiga)

Sidomukti – Program Indonesia Sehat salah satunya diwujudkan dengan gerakan ‘Stop BAB Semabarangan’. Untuk itu, menjelang verifikasi Open Defecation Free (ODF) Kota Salatiga Tingkat Jateng pada awal Agustus mendatang, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga mengadakan ‘Pertemuan Pra-Verifikasi ODF Kota Salatiga Tahun 2019’, di Aula I DKK Salatiga, Senin (22/7/2019).

Kasi Kesling dan Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov) Jawa tengah, Danny Setiawan, memberikan semanga bagi Petugas Sanitarian Kota Salatiga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“ODF perlu konsistensi kerja sama antar berbagai pihak. Diharapkan tahun 2020, seluruh kabupatan atau kota di Jawa tengah sudah dinyatakan ODF,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Salatiga, M. Marhadi, menyampaikan, perwujudan Salatiga ODF tak lepas dari pembinaan dan dukungan dari Dinkesprov serta ketersediaan masyarakat.

“Mari kita wujudkan Salatiga ODF tahun 2019. Bersama kita bisa. Dengan lingkungan sehat, kita ciptakan generasi sehat dan kuat,” terang Marhadi.

Ubah Perilaku Hidup dapat Wujudkan ODF

Dinkesprov Jawa Tengah (Jateng) menargetkan ‘Jawa Tengah 100% ODF 2021’ mendatang. Kepala Dinkesprov Jateng, Yulianto Prabowo, menyebut, salah satu upaya yang digalakkan adalah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ia mengakui, belum semua kabupaten/kota 100% ODF, sehingga perlu gotong-rooyong dan kesadaran untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“STBM itu bisa meningkatkan kesadaran dan memberdayakan masyarakat mengubah perilaku dari BAB sembarangan menjadi BAB di jamban sehat,” terangnya.

Yulianto menambahkan, Dinkesprov Jateng aktif melakukan advokasi kepada kabupaten/kota untuk mempercepat pertumbuhan ODF tingkat regional. Selain itu, sanitasi yang baik dan sehat menjadi kunci penting mewujudkan Jateng 100% ODF. Dengan kata lain, pemerintah tingkat kabupaten/kota harus menggencarkan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif dan berkelanjutan.

Terkait dengan target Jateng 100% ODF di tahun 2021, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menuturkan, ODF dapat terwujud dengan mengubah perilaku BAB sembarangan yang memang sulit diterapkan di masyarakat.

“Makanya, gerakan gotong-royong ini sebenarnya bagian dari salah satu upaya kita mengentaskan kemiskinan dari sub-sub sektor yang kecil sekali. Dalam hal sanitasi, sub-subnya adalah jamban. Bahwa dilihat tidak punya jamban, maka penyakit gampang menular,” ujar Ganjar, dilansir dari radioidola.com.

Tidak hanya itu, Ganjar menyatakan, 100% ODF menjadi salah satu faktor untuk mengentaskan masalah kemiskinan. Sehingga ODF perlu didukung dan dilakukan banyak pihak masyarakat.

Add Comment