Pemetaan SDM Kesehatan untuk Pembangunan Indonesia Sehat

Pemateri saat sampaikan diskusi ‘Penyusunan Dokumen Diskripsi SDM Kesehatan Tingkat Kota Salatiga Tahun 2019’, di Ballroom Grand Wahid Hotel, Salatiga. (Foto : DKK Salatiga)

Sidorejo – Isu berupa penyebaran sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang belum merata menjadi alasan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga mengadakan ‘Full Day Meeting Pemutkahiran Data Profil SDM Kesehatan berbasis Online’, di Ballroom Grand Wahid Hotel, Kamis (18/7/2019).

Secara keseluruhan, diskusi menyoroti jumlah dan jenis tenaga kesehatan di bidang tertentu yang masih kurang serta kompetensi yang belum menduking program prioritas pembangunan kesehatan di Jawa Tengah.
Padahal, langkah tersebut penting guna pembangunan kesehatan nasional berbentuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, dapat tercipta peningkatan derajat kesehatan dalam program Indonesia Sehat 2015-2019.

Pemetaan SDM tenaga kesehatan tersebut guna mendukung pemberdayaan masyarakat dengan perlindungan finansial dan pemeraraan layanan kesehatan. Melalui pertemuan tersebut, kedepannya untuk menjalin komunikasi dan kesepahaman antar pengelola SDM, serta peran dan dukungan data SDM kesehatan bagi pembangunan SDM kesehatan daerah maupun pusat.

Hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut adalah rumah sakit, puskesmas dan klinik se-Kota Salatiga. Dibuka oleh Kasi Litbang SDK, Sutikno Adji Wibowo, pun sebagai narasumber Kasi SDK Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov) Jawa Tengah, Heri Purnowo dan Wafika Rahmawati.

RAPBN Dukung SDM Kesehatan

Satu dari aksi bakti Presiden dan Wakil Presiden RI selama lima tahun mendatang adalah pembangunan SDM. Dalam acara ‘Visi Indonesia’ di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019), Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pentingnya pembangunan SDM sebagai kunci Indonesia ke depan.

Salah satu langkah awal adalah jaminan kesehatan ibu hamil hingga si anak memasuki tahap sekolah. Menurutnya, momen istimewa proses pembentukan “bibit unggul” generasi penerus bangsa adalah masa kehamilan si ibu hingga anak itu dilahirkan,

“Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah,” ungkap Jokowi.

Dalam rapat kabinet kerja di Kantor Presiden, Senin (15/7/2019), membahas pagu indikatif tahun anggaran 2020, Jokowi meminta agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 diprioritaskan untuk memperbaiki kualitas SDM melalui pendidikan, kesehatan, pelatihan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri.

Jokowi mengintruksikan agar lima persen dari RAPBN difokuskan untuk sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik.

“Dan juga yang paling penting pemberantasan stunting, kurang gizi, dan kesehatan ibu hamil saat melahirkan, program imunisasi betul-betul harus jadi fokus kita dalam pembangunan SDM,” terangnya.
Jokowi juga berharap agar pembangunan SDM bidang kesehatan dapat menurunkan tingkat stunting dan kematian ibu dan bayi.

Add Comment