Peringatan Harkopnas 2019, Walikota ajak Insan Koperasi Bertransforasi

Walikota Salatiga, Yulianto, memberikan piagam Penghargaan Jasa Bakti Koperasi 2019 kepada Sekretaris Daerah, Fakruroji, di Halaman Pemkot Salatiga, (17/7/2019). (Foto : Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Di Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 Tingkat Kota Salatiga di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (15/7/2018), Walikota Salatiga, Yulianto, mengajak pegiat koperasi bertranformasi mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, revolusi industri 4.0 menjadi tuntutan bagi organisasi bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan dan memiliki peluang yang lebih besar untuk tumbuh, maju, dan berkembang.

“Pada era revolusi 4.0 ini, segala sesuatu sudah berbasis digital yang mengedepankan kecepatan, kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi. Karenanya, saya mengajak para pegiat koperasi untuk berbenah,” terang Yulianto.

Yulianto menambahkan, pembangunan dan informasi koperasi di Salatiga berada di jalur yang benar dalam enam tahun terakhir. Indikasinya berupa berkurangnya jumlah koperasi yang tidak aktif, dan peningkatan kinerja secara agregat, termasuk antusiasme masyarakat dalam berkoperasi.

“Lembaga dan insan koperasi hendaknya mentransformasi dirinya untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya sesuai dengan perkembangan zaman,” ajaknya.

Pada acara tersebut, hadir pula Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga, Sekretaris Daerah dan Jajaran Pemerintah Kota Salatiga, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Salatiga, unsur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Salatiga, Perguruan Tinggi, Sekolah, dan insan koperasi se-Salatiga.

Koperasi harus Beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerha dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) Kota Yogyakarta, Lucy Irawati, menjelaskan gambaran pengembangan koperasi yang bergeser ke generasi milenial di Upacara Peringatan Harkopnas 2019. Kedepannya, Lucy berharap koperasi dikelola lebih modern.

“Di kota sudah banyak koperasi yang menggunakan teknologi, tapi yang lain juga ada yang belum. Kami mengingatan bahwa koperasi bisa menjadi penyokong perekonomian,” terangnya.

Dengan sistem digitalisasi, Lucy menambahkan, seluruh anggota koperasi dapat merasakan kemudahannya. Seperti mengakses secara mandiri terkait jumlah simpanan, hutang, sisa hasil usaha (SHU) dan yang lain secara lebih transparan.

Ajakan mendigitalisasikan koperasi juga dituturkan Dekopinda Kota Yogyakarta, Iskandar. “Kami selalu komunikasikan tantangan koperasi saat ini untuk perkembangan komunikasi informasi. Mau tidak mau, koperasi harus beradaptasi,” ujarnya.

Add Comment