Sosialisasi Perwali untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat

Walikota Salatiga, Yulianto, saat mengisi sambutan ‘Sosialisasi Perwali No.74/2018 tentang Penyelenggaraan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan, dan Perwali No. 72 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat’ di Ruang Plumpungan Gedung Sekkretaris Daerah (Sekda) lantai IV, Rabu (20/7/2019). (Foto : Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Rabu (10/7/2019) lalu, Pemkot Salatiga mengadaan ‘Sosialisasi Perwali No.74/2018 tentang Penyelenggaraan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan, dan Perwali No. 72 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat’ di Ruang Plumpungan Gedung Sekkretaris Daerah (Sekda) lantai IV.

Walikota Salatiga, Yulianto, mengatakan, sosialisasi tersebut pentingdan harus terus dilakukan untuk memberikan pemahaman dan mewujudkan kemakmuran kepada masyarakat.

“Pemahaman ke masyarakat terkait peraturan yang berlaku, penting diberikan. Sehingga pada akhirnya, akan mendukung Kota Salatiga untuk meraih berbagai prestasi lagi kedepannya. Masyarakatnya pun akan makmur dan sejahtera,” terangnya.

Kepala Bagian Hukum Sekda Kota Salatiga, Haryono Arif, menyampaikan, tujuan sosialisasi tersebut untuk mendukung kebijakan dari pemerintah, khususnya sebagai sarana informasi memperkenalkan produk hukum kepada masyarakat.

“Produk hukum ini dibuat untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan hukum ke masyarakat. Dan untuk mempercepat pembangunan di Kota Salatiga,” ujar Haryono Arif.

Dilansir dari salatiga.go.id, hadir dalam kegiatan tersebut sebagai pemateri yakni Dinas Kesehatan, unsur bagian perekonomian, unsur perumahan dan permukiman, Kesra Sekda Kota Salatiga. Dengan peserta dari pengembangan perumahan, warga perumahan, LPMK, PKK Kota Salatiga, PKK Kecamatan, dan unsur kelurahan.

Salatiga, Kota Mini yang menjadi Idaman

Dalam kegiatan itu pula, Yulianto mengatakan, perkembangan perumahan di Salatiga berkembang pesat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa para pengembang menyukai Salatiga dari beberapa segi. Yakni keadaan kota yang bersih, nyaman, kondusif, dan bertoleransi.

“Kota Salatiga telah menjadi idaman. banyak yang ingin bertempat tinggal di sini. Karena cocok dengan udaranya dan lingkungan masyarakatnya. Peran masyarakat dan pemerintah untuk turut hadir dan mendukung bersama-sama hal itu,” ungkapnya.

Tidak heran apabila melihat Kota Salatiga yang tak bisa dibilang luas, namun memiliki banyak sekali model perumahan modern di berbagai wilayahnya. Umumnya, model perumahan yang ditawarkan berupa rumah mikro berukukan mini dengan konsep ruang terbuka hjau (RTH) atau memiliki pemandangan yang bagus.

Terkait dengan tren rumah mini, Indonesia sedang menjajaki tren gaya hidup yang memprioritaskan hobi kesenangan di atas kebutuhan utama. Hal tersebut berdampak pada tren hunian yang semakin hari kian minimalis. Bahkan, di lahan sempit pun, mulai banyak perumahan modern bergaya real estate selayaknya apartemen mewah di kota metropolitan.

Arsitek Akanoma Studio, Yu Sing, menyampaikan, rumah minimalis atau mikro tersebut menjadi alternatif hunian yang bisa disampingkan dengan tren gaya hidup.

“Tidak hanya menghemat dana pembangunan, biaya perawaran rumah juga semakin murah karena ukurannya kecil,” ujarnya, seperti dikutip dari bisnis.com.

Yu Sing menjelaskan, konsep rumah mikro adalah bangunan kecil yang tidak membutuhkan lahan terlalu luas, melainkan mengedepankan desain bangunan yang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan papan penghuni. Umumnya, rumah mikro tetap memberikan kenyaman berupa satu set ruang tamu, kamar, dapur, kamar mandi, bahkan teras.

Selain itu, Yu Sing menilai, ada banyak rumah berukuran besar yang merenggut RTH dan merusak alam. Maka, rumah mikro menjadi solusi untuk tetap mempertahankan fungsi alam di sekitar hunian.

Dibanding sewa rumah, Yu Sing menyarankan agar masyarakat lebih memilih membangun rumah mikro. Karena, apabila uang sewa dihitung secara lamanya menyewa, jumlah tersebut bisa dijadikan model untuk membangun rumah sendiri.

Add Comment