TP PKK Kota Salatiga : PTM Sebabkan Kematian Tertinggi

Peserta sosialisasi melakukan pemeriksaan kesehatan di Gedung Plumpungan Sekda Kota Salatiga, Rabu (17/7/2019). (Foto : Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Salatiga menggelar acara ‘Sosialisasi Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes Melitus’ di Ruang Plumpungan Gedung Sekretaris Daerah , Rabu (17/7/2019).

Ketua TP PKK Kota Salatiga, Titik Kirnaningsih Yulianto, dalam sambutannya menyatakan, penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab kematian dengan presentase tinggi seiring meningkatnya kualitas hidup manusia.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan dan deteksi dini PTM, khususnya darah tinggi dan gula. Saya berharap agar para keder dapat meneruskan pengetahuan ini kepada PKK di tingkat RW dan juga desawisma,” ujarnya.

Dalam laporannya, Wakil Ketua IV TP PKK Kota Salatiga, Siti Zuraidah, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan sebagai sarana berbagi pengetahuan, pencegahan TPM, sekaligus meningkatkan mutu kesehatan keluarga.

Selain dihadiri 50 kader pos binaan terpadu (posbindu), hadir pula sebagai narasumber adalah TP PKK, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Salatiga, Sri Sukartini, dan dokter dari Puskesmas Sidorejo Kidul, dr. M. Anang Eko Fahrudin.

Ubah Gaya Hidup Cegah PTM

Di acara peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 di Kuningan, Jakarta, Senin (15/7/2019), Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F. Moeloek, menyatakan, bahwa PTM menjadi tantangan bagi pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.

“PTM itu bisa dicegah dengan mengubah perilaku. Misalnya, gizi makanan harus diperhatikan dengan baik dan seimbang. Bukan tidak boleh makanan enak, tapi diatur,” tuturnya.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) 2018, oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemenkes RI, prevalensi PTM mengalami kenaikan dibandingkan dengan Riskesdes 2013, terutama PTM jenis kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi.

Kepala Badan Litbang Kemenkes RI, Siswanto, menyebut stroke, penyakit jantung dan kencing manis tergolong PTM yang harus ditangani.

“Semuanya bisa ditanggulangi dengan mengubah perilaku gaya hidup sehat, pemberdayaan masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi multisektor,” ungkapnya dilansir dari liputan6.com.

Add Comment