Bentuk Salatiga Ramah Investor

Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris, SS, Msi. mengajak para pelaku usaha dan stakeholder mendukung Pemerintah Kota Salatiga dalam menciptakan iklim ramah investasi di Kota Salatiga. (foto: Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Sesuai dengan amanat RPJMD 2017-2022, pada Misi yang ke-7, yakni meningkatkan kerjasama daya saing daerah dan daya tarik investasi dan memperluas akses lapangan pekerjaan, Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris, SS, MSi mengajak para pelaku usaha dan stakeholder mendukung Pemerintah Kota Salatiga dalam menciptakan iklim ramah investasi di Kota Salatiga. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Business Gathering di Hotel Le Beringin Salatiga, Senin 14/10/2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 pelaku usaha menengah besar, dunia perbankan, perangkat daerah terkait. Wakil Walikota meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun komunikasi, berkoordinasi, bersinergi, dan menyamakan visi dan misi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Salatiga.

“Kota Salatiga memiliki beberapa kelebihan seperti masyarakat yang toleran, lokasi dan akses yang strategis. Pemerintah Kota Salatiga berupaya untuk memanfaatkan kelebihan tersebut untuk  mendukung terciptanya Kota Salatiga sebagai kota yang ramah investasi. Saya mengajak stakeholder dari dunia perbankan, pelaku usaha untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan iklim ramah investasi,” tutur Wakil Walikota.

Menurut RPJMD 2017-2022 pemerintah merencanakan Kota Salatiga sebagai salah satu destinasi wisata, dengan memanfaatkan pemandangan yang indah, keragaman kuliner, wajah kota yang dipercantik, hingga rencana membangun tempat rekreasi dan rest area di Tol Tingkir.

Kepala DPMPTSP Kota Salatiga, Dra. Sulistyaningsih, MT, sebagai pelaksana sekaligus pembicara dengan moderator Eko Suseno Hendro Riyadi Matrutty, SE, MM. dosen UKSW Salatiga, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin komunikasi dua arah antara pemkot Salatiga dengan pelaku usaha.

“Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar stakeholder investasi di Kota Salatiga dan menumbuhkan perekonomian, meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dukung Pemda Ramah Investasi

Saat ini  investasi menjadi perhatian yang sangat serius. Hal ini disebabkan karena saat ini peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada pada rangking 109, jauh di bawah negara-negara tenangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darrussalam, Vietnam dan Filipina. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat Indonesia juga masuk dalam pasar bebas ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN-MEA). Untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan investasi di Indonesia.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah berharap besar pada investasi asing maupun lokal. Namun sering terjadi ketidaksesuaian aturan dari pusat dengan aturan daerah, yang kemudian menjadi penghambat.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi menuturkan, kebijakan pemerintah daerah di era otonomi daerah tidak boleh membebani dunia usaha. Dedi mencontohkan, tidak perlu lagi ada kebijakan izin gangguan di daerah yang memang diperuntukkan bagi kawasan industri.

Add Comment