Dispora Salatiga Ajak Pemuda Berwirausaha

Kegiatan pelatihan wirausaha oleh Dispora Kota Salatiga, Selasa (08/10/2019) di Aula Disdik Kota Salatiga. (Foto: Dispora Kota Salatiga)

Sidomukti – Menjadi seorang entrepeneur sedang menjadi idaman kalangan anak muda yang tidak ingin ditekan aturan kantor atau enggan menjadi karyawan. Berwirausaha menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keberlangsungan hidup. Maka dari itu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda Kota Salatiga tahun 2019.

Bertemakan “Budidaya Tanaman dengan Teknik Hidroponik,” acara dibuka oleh Sekretaris Dispora Kota Salatiga, Sulistyo, di Aula Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (08/10/2019) lalu. Sulistyo berharap, kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para 35 peserta dari karang taruna dan organisasi kepemudaan.

“Selain menambah ilmu tentang hidroponik, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Lebih hebat lagi apabila nantinya para pemuda mampu menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” ujar Sulistyo.

Dilansir dari laman Dispora Salatiga, selain berupa materi, peserta juga mendapat latihan praktik membudidayakan tanaman hidroponik bersama para narasumber dari pihak Dispora, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UKM, dan Pegiat Hidroponik Salatiga.

Pelatihan Wirausaha Tekan Tingkat Pengangguran

Kasubag Kesra Bidang Pemuda dan Olahraga Setda Wonosobo, Harjanto, menyatakan, untuk menekuni dunia wirausaha dibutuhkan sebuah keberanian, terobosan, dan inovasi. Hal tersebut disampaikan dalam sesi sambutan Pelatihan Wirausaha di Balai Kelurahan Jaraksari, Jumat (15/11/2019).

“Wirausaha baru diharapkan bisa memanfaatkan peluang yang ada. Melakukan inovasi serta bekerja dengan ulet dan disiplin. Salah satu kuncinya adalah jiwa sabar, ikhlas, berani, dan nekat,” ujarnya. Ia menambahkan, pemuda sukses bukanlah yang mengandalkan  gelar PNS, tapi yang berhasil menangkap peluang di kanan-kirinya.

Lurah Jaraksai, Akhmad Nuri Utomo, menjelaskan, pelatihan wirausaha tersebut dimaksudkan untuk mengurangi permasalahan ketenagakerjaan di wilayahnya. “Saat ini ditandai dengan tingginya tingkat pengangguran yang mayoritas berasal dari anak-anak muda. Maka dari itu, pengangguran merupakan salah satu masalah serius yang menjadi perhatian Pemerintah Kelurahan Jaraksari,” ungkapnya.

Selain pemaparan materi peserta yang terdiri dari kelompok masyarakat dan tim penggerak PKK mendapat pelatihan pembuatan pisang sale. Yang mana produk tersebut bisa dipasarkankan dengan harga terjangkau dan bahan dasarnya pun mudah dijumpai.

Kedepannya, Nuri berharap dengan adanya pelatihan dapat membangkitkan motivasi berwirausaha, mengembangkan ide-ide bisnis untuk desa. “Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia serta menstimulasi pertumbuhan wirausaha mandiri, sehingga akan berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dan tercipta peningkatan ekonomi makro,” tambahnya.

Add Comment