IAIN Salatiga Maju ke OSKI 2019

Mahasiswi IAIN Salatiga, Zulfa Khanafiah, berfoto di depan spanduk gelaran OSKI 2019 di UIN Alauddin Makassar, Kamis (14/11/2019). (Foto: IAIN Salatiga)

Sidorejo – Gelaran Olimpiade Sains dan Karya Inovatif Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019 berlangsung di UIN Alauddin Makassar, Kamis-Jumat (14-15/11/2019). Pada cabang matematika, menempatkan mahasiswi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Zulfah Khanafiah, sebagai penerima Honorable Mention.

“Buat kawan-kawan mahasiswa jangan lelah belajar dan berdoa. Jangan lupa minta doa orang tua karena itu adalah senjata yang paling ampuh. Selain itu, untuk para mahasiswa yang ingin mengikuti olimpiade haru memahami petunjuk teknis pelaksanaan dan pahami cara penilaian,” ujarnya.

Selain Zulfa, dilansir dari situs kampus IAIN Salatiga, ada pun tim lain yang lolos ke tahap final. Tim Karya Dosen mengajukan inovasi berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Hasil Belajar Siswa”, karya gabungan dari Anggun Suhaida, Syaiful Marom, dan M. Istiqlal. Sedangkan tim Karya Inovasi Kolaborasi Mahasiswa dan Dosesn berupa “Desain Rancang Alat Traktor Terbarukan dengan Sistem Tenaga Pedal guna Mengoptimalkan Peningkatan Hasil Budidaya Pertanian Lahan Kering” karya duet Ando Moh. Abrianto dan Syaiful Marom.

Kedepannya, Zulfa berhahrap agar tahun-tahun berikutnya ada lebih banyak kontingen IAIN Salatiga maju ke gelaran OSKI. “Tahun ini adalah tahun pertama, semoga keikutsertaan ini bisa jadi pengalaman agar di tahun mendatang IAIN Salatiga bisa mendapat hasil yang lebih maksimal,” ujarnya.

PTKI juga bisa Bersaing

OSKI diikuti 519 mahasiswa dan 13 dosen dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Agama (Menag), Zainut Tauhid, berharap, mahasiswa kedepannya tidak hanya hanya pandai menguasai ilmu secara normatif. “Mahasiswa juga harus bisa mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, serta membuat berbagai inovasi untuk menghadapi era 4.0,” terangnya.

Kegiatan dimulai dengan seleksi online pada Rabu (30/10/2019). Pada tahap final, peserta peserta di cabang sains harus mengerjakan 60 soal dengan sistam computer based test (CBT), dan tahap selanjutnya berupa ujian praktik.

Ketua Panitia OSKI 2019, Wasilah, menyampaikan, tujuan diselenggarakannya OSKI adalah bukti bahwa PTKI/PTKIN juga memiliki semangat integrasi keilmuan. “OSKI tahun pertama ini mengususng tema Peran dan Tantangan Sains dan Teknologi menuju Revolusi Industri 4.0, Sintesis, Karakterisasai, dan Properti,” bebernya.

Senada dengan hal itu, Direktur PTKI Kemenag, Arskal Salim, menambahkan, integrasi keilmuan adalah warisan khasanah klasik Islam. “Khasanah Islam itu menyatukan berbagai disiplin ilmu, dan OSKI hadir sebagai sarana untuk kembali memantapkan integrasi keilmuan,” jelasnya.

Add Comment