Jumbara PMR, Anak Muda Harus Terapkan Tri Bhakti

Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris, memberikan kalung tanda peserta pada kegiatan Jumbara PMR 2019 di SMKN 2 Kota Salatiga, Rabu (11/12/2019). (Foto : Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Dalam rangka mendukung program Indonesia menuju Generasi Emas 2045, Kota Salatiga turut mengadakan acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) bagi kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kota Salatiga Tahun 2019 di Lapangan SMKN 02 Salatiga, Rabu (11/12/2019). Acara terebut dihadiri 29 skontingan PMR dari tingkat Mula (SD), Madya (SMP), dan Wira (SMA).

Wakil Walikota sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga, Muh Haris, menyebutkan, Jumbara dapat menjadi sarana memperkuat esensi kepalangmerahan, yakni dalam hal kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, hingga kesemestaan.

“Manfaatkan kegiatan selama tiga hari ini sebagai sarana untuk memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan. Jangan jadikan Jumbara hanya sebagai ajang untuk berkmpisi, tetapi juga ajang untuk bersilaturahmi dan menjalin persahabatan,” ujar Haris, dilansir dari laman Pemkot Salatiga.

Dalam sambutannya, Haris juga berpesan agar generasi muda, khususnya yang tergabung dalam PMR untuk mengimplementasikan Tri Bhakti PMR dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Terlebih dengan zaman yang sudah serba digital dengan adanya perkembangan teknologi, Haris berharap momen tersebut dapat dimanfaatkan generasi milenial untuk dapat berkarya inovatif dapat mengatasi masalah-masalah kemanusiaan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Sampurno, menyampaikan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut selain untuk meningkatkan keterampilan PMR, juga bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pelatihan PMR di sekolah.  “Bersama, bergembir menuju insan PMI yang berkarakter,” ujarnya.

Tri Bhakti Ajarkan Anak Muda Lebih Peka Sosial

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berpendapat bahwa Jumbara PMR dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kepekaan sosial anggota PMR.

“Hidup ini kita tidak er sendiri. Manusia adalah makhluk zoon politican, makhluk sosial yang saling membutuhkan. Di PMR dengan keikhlasan tolong-menolong, mereka bergerak dan bekerja. Saya berpesan kepada setiap anggota PMR harus selalu mengamalkan Tri Bhakti PMR dalam melaksanakan tugasnya tanpa membedaka-bedakan suku, agama, dan ras,” ujarnya dalam kegiatan Jumbara PMR IX Provinsi Jawa Barat di Bumi Perkemahan Gajah Depa, Cimalaka, Sumedang, Selasa (29/10/2019).

Sementara itu, dia acara terpisah, Ketua PMI DKI Jakarta, Muhammad Ali Reza, menyatakan, kegiatan Jumbara seperti yang dilakukan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019), dapat mengembangkan kapasistas, keterampilan, dan sikap positif sesuai Tri Bhakti PMR.

“PMR adalah cikal bakal relawan PMI yang berkualitas yang mampu menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan menjamin kesinambungan organisasi PMI di masa depan,” ujarnya. Pada kegiatan tersebut, para peserta diajarkan cara hidup sehat, mandiri, kebersihan lingkungan, hingga pertolongan pertama pada korban kecelakaan.

Pada Konferensi PMR Wira yang diadakan oleh PMI Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 13-16 Agustus 2019 lalu, Kepala Markas PMI Provinsi Jateng, Mu’rifah menyatakan, agenda tersebut berupa diskusi pengurangan risiko bencana (PRB) di lingkungan sekolah/madrasah untuk mewujudkan sekolah siaga bencana, serta menanamkan jiwa Tri Bhakti untuk generasi milineial.

“Anak-anak harus berbakti, berperilaku baikk dan terus optimis membangun kepedulian sosial. Apalagi perkembangan teknologi komunikasi saat ini, khususnya keberadaan media sosial harus diwaspadai agar tidak mudah terjebak dan terpegaruh seperti menebar hoaks, pornografi, dan konten negatif lainnya,” terangnya.

Add Comment