Kembangkan Desa Agrowisata Kauman Kidul tidak untuk Alih Fungsi

Walikota Salatiga, Yulianto, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, berkunjung ke Kelurahan Kauman Kidul, Jumat (06/12/2019). (Foto: Pemkot Salatiga)

Sidorejo – Salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dengan membentuk desa agrowisata. Walikota Salatiga, Yulianto, menyatakan, pengembangan agrowisata dapat meningkatkan partisipasi masyarakat melalui potensi pertanian, pengairan, dan juga potensi wisata.

“Ini perlu peran aktif semua pihak, bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat setempat. Langkah selanjutnya akan dibangun infrastruktur pendukung serti jalan, irigasi, dan penerangan jalan umum. Tetapi suasana alam dan sawah harus dipertahankan, tidak boleh ada perubahan fungsi,” tegas Yulianto, seperti dikutip dari laman Pemkot Salatiga.

Hal tersebut diutarakan Yulianto dalam acara penyerahan sertifikat hasil konsolidasi tanah dari Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, untuk Kelurahan Kauman Kidul di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Jumat (06/12/2019).

Sofyan Djalil menyatakan dukungannya untuk Pemkot Salatiga dalam upaya penataan (konsolidasi) tanah dalam rangka mengembangkan kawasan agrowisata. Ia juga menargetkan agar seluruh tanah rakyat bisa disertifikatkan pada tahun 2020. Langkah tersebut dinilai bisa untuk menghindari konflik pertanahan sekaligus berguna untuk jaminan di lembaga keungan formal.

“Terima kasih kepada masyarakat Kota Salatiga yang telah bekerja sama dengan baik sehingga konsolidasi tanah bisa dilaksanakan. Konsolidasi tanah pada hakekatnya adalah penataan tanah atau kampung yang ada menjadi lebih teratur. Jalannya lebih baik, lebih lebar dan lurus-lurus,” ujar Sofyan.

Usai acara, Sofyan Djalil didampingi olehh Yuliant, Danrem Makutarama, dan Forkopimda Kota Salatiga mengunjungi Keluarahan Kauman Kidul yang menjadi titik konsolidasi tanah dan pengembangan desa agrowisata. Sofyan berpesan, agar masyarakat selalu menjaga kebersihan desa, terutama saluran air dan lingkungan persawahan.

PIID-PEL untuk Desa Mandiri Masyarakat Sejahtera

Sabtu (23/11/2019) lalu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, meresmikan Desa Watesari sebagai Desa Agrowisata Perkebunan Belimbing seluas dua hektar dengan jumlah dua ribu pohon, di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. “Kalau seluruh desa di Sidoarjo bisa mandiri maka masyarakatnya akan sejahtera. Tujuan otonomi daerah adalah menuju desa yang mandiri,” jelas Iskandar.

Selain peresmian, Kemendes PDTT juga memberikan bantun sebesar Rp. 1,3 miliar untuk Program Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PL), dan Rp. 840 juta untuk Pengembangan Usaha Ekonomi Desa. Dari Rp. 840 juta tersebut, dibagi untuk delapan Bumdes masing-masing Rp. 50 juta sebagai modal, Rp. 100 juta untuk satu bumdes sebagai biaya pengembangan, dan dua Bumdes masing-masing Rp. 170 juta untuk revitalisasi pasar desa.

Turut mendampingi Iskandar, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, menyampaikan terima kasihnya terhadap program PIID-PEL untuk membantu setiap desa mengembangkan ekonomi dan terus berinovasi.

“Inovasi Desa Watesari dalam mengembangkan sektor agrowisata perkebunan belimbing akan menjadi contoh bagi desa lain dalam meningkatkan perekonomian desa,” terang Saiful.

Add Comment