Kota Salatiga Terapkan GIM di Hari Senin

Walikota Salatiga, Yulianto, memberikan buku tabungan kepada siswa SMP/MTs berprestasi dalam acara peluncuran Gerakan Indonesia Menabung di Pendopo Pakuwon, Kamis (12/12/2019). (Foto: Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Pemerinta Kota (Pemkot) Salatiga secara resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Menabung (GIM) Tingkat Kota Salatiga, Kamis (12/12/2019) di Pendopo Pakuwon dengan ditandai pembagian buku tabungan kepada 12 siswa SMP/MTs berprestasi. Dalam sambutannya, Walikota Salatiga, Yulianto, mengatakan, gerakan menabung adalah bentuk edukasi dan nilai ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Gerakan menabung yang dilakukan sejak dini akan memberikan banyak pelajaran kepada anak-anak kita. Di antaranya yakni mengajarkan untuk bertanggung jawab, belajar hidup hemat, belajar mengatur keungan, belajar disiplin, dan yang tidak kalah penting adalah ebelajar untuk menghargai nilai uang yang mereka dapatkan dari orangtuanya,” tutur Yulianto.

Yulianto menambahkan, gerakan menabung bermanfaat bagi pergerakan ekonomi makro di Kota Salatiga. Ia mengajak semua pihak, baik dari Dinas Pendidikan, Sekolah, maupun Instansi Perbankan untuk berkomitmen melaksanakan GIM guna menumbuhkan perekonomian Kota Salatiga.

Mengikuti jejak Provinsi Jawa tengah sebagai pilot project GIM, Pemkot Salatiga turut menetapkan Hari Senin sebagai hari menabung di kalangan pelajar tingkat SMP di wilayahnya.

Dikutip dari laman Pemkot Salatiga, berdasarkan laporan dari Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Salatiga, Rahadu Widya Prasetya, kegiatan tersebut sebagai dukungan untuk GIM sebagaimana telah diatur oleh Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI) dan Keputusan Presiden RI Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung. Kegiatan tersebut didukung setidaknya 20 lembaga keuangan/perbankan di Kota Salatiga.

“Kegiatan ini juga bertujuan mendorong budaya menabung pada anak sekaligus meningkatkan akses masyarakat di dunia perbankan, khususnya di Kota Salatiga,” ungkapnya.

GIM, Investasi dan Gaya Hidup Hemat

GIM yang merangkul kalangan pelajar adalah salah satu bentuk edukasi gaya hidup hemat sejak dini. Hal itu disampaikan oleh Deddy Armanto, Koordinator GIM Soloraya, di kegiatan Solo Financial Inclusion 2019 Expo di Solo Paragon Mall, Selasa (22/10/2019) lalu.

“Pada prinsipnya, gerakan ini lebih ke muatan misi sosial daripada berorientasi pada bisnis. Kami juga mengajak seluruh lembaga keuangan lain untuk ikut berpartisipasi menyukseskan program ini. Kebiasaan menabung sejak kecil dapat memberikan edukasi positif bagi anak-anak terkait perencanaan masa depan,” terangnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi GIM bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, dan selanjutnya diteruskan ke tingkat daerah. Sehingga untuk menyukseskannya, Kepala OJK Surakarta, Eko Yunianto, berpendapat bahwa mitra kerja dapat bersinergi dengan baik. Maka, sebagai aksi sosial, penyelenggara bersama pihak perbankan mengadakan “jemput bola” ke sekolah-sekolah untuk membuatkan rekening tabungan bagi para siswa.

Sebelumnya, di kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2019 yang diadakan di Mall Kota Kasablanka, Sabtu (19/10/2019), OJK mencanangkan Program Sinergi Aksi Indonesia Menabung. Dalam rangkaian acara Financial Expo atau Finexpo dan Sundown Run 2019, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara, mengatakan, kegiatan tersebut berdampak positif karena dapat memenuhi perluasan akses keuangan bagi masyarakat dan mendukung target tingkat literasi dan iklusi keuangan nasional.

“Gerakan ini berguna untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya menabung untuk investasi, perlindungan, dan masa depan. Masyarakat dapat well literated, well inclusion, dan well protected,” ujarnya.

Add Comment