Yulianto: Mutasi Jabatan untuk Tingkatkan Profesionalisme dan Wawasan

Walikota Salatiga, Yulianto, berjabat tangan dan memberi ucapan selamat kepada pejabat baru di Aula BKDiklatda, Kamis (19/12/2019). (Foto: Pemkot Salatiga)

Sidomukti – Dalam suatu masa jabatan kerja, perlu adanya promosi dan mutasi karir. Begitu pula dengan jabatan seorang pegawai negeri sipil (PNS). Walikota Salatiga, Yulianto, menyebut, peningkatan karir PNS perlu dilaksanakan untuk memacu profesionalisme dan mengembangkan wawasan.

“Di sini, semua PNS dituntut untuk siap beralih tugas dan jabatan. Tidak hanya untuk penyegaran, tapi juga untuk pendewasaan aparatur pemerintahan sebagai pelayan masyarakat,” ungkapnya dalam Upacara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKDiklatda), Kamis (19/12/2019).

Dilansir dari laman Pemkot Salatiga, Yulianto melantik 171 pejabat administrator dan pengawas di Lingkungan Pemkot Salatiga. Dari total tersebut, 26 di antaranya adalah mutasi pejabat administrator, 23 promosi pejabat adimistrator, 84 mutasi pengawas dan 38 promosi pengawas.

Yulianto berpesan agar pejabat baru segera menyesuaikan diri, bekerja penuh integritas, profesional dan bersinergi dengan sesama pegawai terkait. Ia berharap agar kedepannya para pejabat baru bisa berinovasi dalam setiap pekerjaan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya ucapkan selamat. Semoga saudara-saudara dapat mengemban amanah, tugas, dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya. Selamat bekerja dan berkarya,” tuturnya.

Amanah Jabatan untuk menjadi Panutan

Berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 130/14106/SJ tentang Tindak Lanjut Penyederhanaan Birokrasi pada Jabatan Administrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah pada 18 Desember 2019, Bupati Kutim, Ismunandar, melantik 55 Aparatur Sipil Negeraa (ASN) dan dikukuhkan dalam Jabatan JPT Pratama, Jabatan Administrasi dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Kutim, di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten, Jumat (20/12/2019).

“Semoga kita senantiasa diberikan kesempatan untuk berkarya. Untuk melayani, bukan dilayani. Karena memang ASN adalah pelayan masyarakat. Kita harus memberikan contoh yang baik dan menjadi panuta,” ujar Ismu, saapan akrab Ismunandar.

Menurut Ismu, ASM bertugas mempermudah pelayanan dan tanggap menangani persoalan. Sebelum dilimpahkan kepada atasan, permasalahan di lingkup pekerjaan harus ditangani terlebih dahulu. Sebab, apabila di tingkat bawah permasalahan tersebut sudah teratasi, maka bisa diindikasikan adanya pelayanan prima kepada masyarakat terwujud dan semakin baik.

Add Comment