Cegah Corona, Mahasiswa FTIK IAIN Salatiga Ciptakan Inovasi Hand Sanitizer

Mahasiswa FTIK IAIN Salatiga usai membuat hand sanitizer. (Foto: IAIN Salatiga)

Sidorejo – Saat ini, hand sanitizer menjadi barang langka karena sulit dicari di pasaran. Padahal, barang ini dinilai ampuh untuk mencegah penyebaran virus corona. Melihat kondisi tersebut, puluhan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tergerak untuk membuat hand sanitizer dari bahan-bahan alami.

Hand sanitizer yang berhasil dibuat tersebut kemudian dibagikan secara cuma-cuma di lingkungan kampus. Dalam sehari, mereka membuat 170 botol hand sanitizer dan selalu habis saat dibagikan. “Tidak hanya mahasiswa, masyarakat di sekitar kampus juga ikut datang,” terang salah satu mahasiswa yang membuat hand sanitizer, Zaidatul Mubtasyiroh.

Sebelum berhasil menciptakan inovasi produk kesehatan ini, ia dan teman-temannya telah mencoba meraciknya dari berbagai bahan. Awalnya, mereka memakai daun kemangi, namun hanya bisa bertahan sampai 3 hari saja. Hingga pada akhirnya mereka menemukan bahan lain seperti rebusan air sirih serta campuran lidah buaya dan alkohol 70% yang dinilai lebih efektif dan bersifat tahan lama.

Mahasiswa semester VI itu menerangkan, selain tahan lama, hand sanitizer dari bahan alami ini lebih ramah lingkungan, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. “Bagi yang memiliki alergi terhadap getah jika memakai ini mungkin akan sedikit merasa panas di awal. Gejala ini tidak akan lama dan akan hilang jika diangin-anginkan,” lanjut Zaidatul.

Pembuatan hand sanitizer tersebut ditalarbelakangi dari pembahasan mata kuliah analisis senyawa kimia, yang salah satunya membahas kandungan dari bahan alam. “Ternyata momennya sedang pas, hand sanitizer makin susah ditemukan, dari situlah kami lantas membuatnya dari bahan dasar daun sirih dan lidah buaya,” papar Pembimbing Kegiatan dan Dosen Tadris IPA, Anggun Zuhaida.

Sarana Edukasi dan Sosialisasi

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin mengatakan bahwa apa yang dilakukan prodi Tadris IPA IAIN Salatiga tersebut merupakan salah satu bentuk ta’awun (tolong-menolong) yang menjadi tindakan kolektif agar wabah virus corona semakin berkurang dan hilang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi dan sosialisasi pada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap virus corona.

“Covid-19 ini adalah wabah global. Semua yang menjadi bagian dari penghuni dunia punya tanggung jawab bersama untuk menekan penyebaran dan ambil bagian dalam tindakan preventif secara gotong royong,” katanya.

Prof. Zakiyuddin pun mengimbau kepada sivitas akademik IAIN Salatiga untuk menyerahkan tindakan kuratif pada pihak yang berwenang dan memiliki keahlian. “Serta jangan lupa untuk selalu bertawakal dan tidak putus harapan. Ingat selalu bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya,” tegasnya.

Add Comment