Menuju Akhir Era Kepemimpinan Yaris di Salatiga

Wali Kota Salatiga ketika membuka Pelatihan Digital Marketing di SPNF SKB Kota Salatiga (07/02/2022)./ https://salatiga.go.id/

Salatiga- Jabatan kepala daerah Kota Salatiga sebentar lagi akan habis. Wali Kota Yulianto dan Wakil Wali Kota Muh Haris yang terpilih pada Pilkada Kota Salatiga 2017 dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah pada 22 Mei 2017 yang artinya 2023 masa jabatan keduanya akan berakhir.

Pasangan yang memiliki tagline Yaris (Yulianto-Haris) ini telah memimpin Kota Salatiga selama dua periode yaitu 2011-2016 dan 2017-2023. Memasuki akhir masa jabatan pada 22 Mei 2022 duet pasangan Yaris sudah tidak dimungkinkan untuk kembali maju dalam Pilkada Kota Salatiga 2024.

Pasangan ini sudah menjabat selama dua periode sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang membatasi masa jabatan kepala daerah hanya dua periode. Jabatan kepala daerah Kota Salatiga sampai terpilihnya kepala daerah hasil Pilkada 2024 nantinya akan diisi oleh Penjabat (Pj) yang ditunjuk oleh pemerintah setelah diusulkan Gubernur kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kekosongan jabatan kepala daerah Kota Salatiga atau ketika diisi Penjabat (Pj) akan berlangsung sekitar 18 bulan hingga Pilkada 2024 pada 27 November 2024. Baru kemudian hasil Pilkada 2024 akan benar-benar menghasilkan kepala daerah baru bagi Kota Salatiga.

Namun demikian, Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris masih berpeluang untuk maju kembali di Pilkada 2024 sebagai calon wali kota. Di berbagai kesempatan Muh Haris dengan tegas menunjukkan kesiapannya untuk menjadi orang nomor satu di Kota Salatiga.

Berbeda dengan Haris yang masih memungkinkan memimpin Kota Salatiga, Wali Kota Yulianto sudah dibatasi untuk menjadi kepala daerah sebagai wali kota maupun wakil wali kota. Sehingga karier politik Yulianto setidaknya dapat mengarah pada kursi Jawa Tengah (gubernur/wakil gubernur) ataupun menjadi anggota legislatif baik di tingkat daerah (DPRD kota/DPRD provinsi) maupun pusat menjadi DPR RI.

Nama Yulianto sebagai politisi dan kepala daerah terbilang cukup populer setidaknya di lingkup Jawa Tengah. Terbukti nama Yulianto muncul sebagai salah satu tokoh dikenal di Jawa Tengah menurut lembaga survey Charta Politica bersama 12 tokoh lainnya.

Tokoh lainnya yang disebut oleh lembaga survei tersebut adalah Gibran Rakabuming Raka (Wali Kota Surakarta), Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang), Rustriningsih (Wakil Gubernur Jawa Tengah 2008-2013/Politisi PDIP), Achmad Husein (Bupati Banyumas), FX Hadi Rudyatmo (Wali Kota Surakarta 2016-2021/Ketua DPC PDIP Surakarta), Bambang Wuryanto/Bambang Pacul (DPR RI/PDIP), Yoyok Riyo Sudibyo (Bupati Batang 2012-2017), Sunarna (DPR RI/PDIP), Condro Kirono (Kapolda Jawa Tengah 2016-2019), Agustina Wilujeng (Anggota DPR RI/PDIP).

Proyeksi politik jelas mengarah kepada kontestasi Pilkada Jawa Tengah 2024 yang nantinya akan juga diisi wajah baru. Hal ini terjadi karena gubernur petahana sudah tidak dimungkinkan maju karena telah dua periode. Sedangkan wakil gubernur masih memiliki peluang untuk kembali maju di Pilgub Jawa Tengah 2024 baik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

Popularitas yang dimiliki Yulianto berpeluang untuk membawanya melangkah lebih jauh dalam karier politiknya. Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari 2024 dapat menjadi jalannya untuk masuk ke level nasional misalnya dengan menjadi anggota DPR RI. Dengan status politik yang disandangnya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga serta Wali Kota Salatiga dua periode jelas besar peluangnya untuk dapat meraup dukungan dan terpilih duduk di Senayan.

Peluang politik lainnya yang dapat di jangkau oleh Yulianto tentunya adalah kursi Jawa Tengah 1 atau Jawa Tengah 2. Dengan situasi yang hampir sama dengan Kota Salatiga dimana kepala daerah petahana sudah dua periode sehingga tidak mungkin lagi mencalonkan diri. Kemudian faktor petahana yang akan habis masa jabatannya pada September 2023 (Ganjar-Yasin dilantik September 2018) atau sekitar 14 bulan sebelum pemungutan suara Pilkada 2024 setidaknya membuat posisi petahana tidak terlalu menguntungkan.

Sosok Yulianto

Pada awalnya sebelum berkarier di dunia politik, Yulianto lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha konstruksi di Kota Salatiga. Yulianto merupakan direktur PT Putra Perwira Tama Salatiga sejak 1994 hingga 2009. Pilihannya meniti jalan terjun di dunia politik dianggap cukup berhasil, bahkan kariernya terbilang cukup moncer.

Memulai karier politik dengan menjadi calon anggota legislatif untuk memperebutkan kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga pada Pemilu 2009, Yulianto saat itu menggunakan kendaraan Partai Indonesia Sejahtera (PIS). Hasil Pemilu 2009 Partai Indonesia Sejahtera (PIS) berhasil memperoleh dua kursi DPRD Kota Salatiga dengan salah satunya menjadi milik Yulianto.

Yulianto seharusnya menjabat sebagai wakil rakyat dari 2009-2014. Namun karena adanya harapan terhadap sosoknya untuk memimpin Kota Salatiga, Yulianto pun akhirnya memutuskan maju sebagai calon wali kota di Pilkada 2011 berpasangan dengan Muh Haris.

Ayah lima anak ini kembali meneruskan kepemimpinannya bersama Muh Haris untuk memimpin Kota Salatiga di periode kedua. Akibat perubahan sistem dalam pilkada yang dibuat secara serentak sejak 2015, sehingga membuat Kota Salatiga yang seharusnya menggelar pilkada di tahun 2016 harus mengikuti agenda nasional di tahun 2017.

Pada Pilkada 2017 pasangan Yaris diusung oleh mayoritas partai politik yang duduk di DPRD Kota Salatiga yaitu sebanyak Enam partai politik dari Delapan partai politik yaitu Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrat. Total koalisi yang menamakan Koalisi Hati Beriman ini memiliki 15 kursi DPRD Kota Salatiga.

Pasangan Yaris mendapatkan dukungan masyarakat untuk kedua kalinya setelah mendapatkan suara sebanyak 53.052 atau unggul 992 suara dari pesaingnya. Menarik untuk ditunggu kiprah politik Yulianto selanjutnya di 2024.

Add Comment